Rabu, 31 Desember 2008

Aku Tidak Akan Lupa Hari Ini...!!!

Hari ini aku tak akan lupa, Tuhan telah menunjukkan KekuasaanNya. Betapa kagetnya diriku ini saat melihat kompor gas di dalam rumahku dalam keadaan menyalah setelah di tinggal kurang lebih sepuluh jam. Ini merupakan kekurangan yang dimiliki oleh manusia yang kadang lalai, menyepelekan hal yang sangat kecil yaitu tidak memeriksa keadaan rumah sebelum berpergian.

Aku sejenak berdiam diri dan mengoreksi diri apakah makna di balik semua ini?. Semakin lama aku berpikir dan semakin dekatlah kepada pengkoreksian diri yang dapat menemukan makna dari semua ini.

Ini di mulai pada saat Sehari sebelumnya ketika aku sudah mempunyai niat baik dalam diri aku untuk mengunjungi nenekku di kampung halamanku, namun karena ada sesuatu hal teknis terkait kendaraan yang aku kendarai, aku mengurungkan niat untuk mengunjungi nenekku. Dan aku selanjutnya menghubungi saudaraku yang sedang menuntut ilmu satu kota bersamaku namun berbeda institusi, ternyata saudarauku yang bertempat tinggal tidak jauh dari tempat tinggal nenekku sedang berada dalam satu kota dengan diriku walaupun hari ini adalah hari libur nasional. Ku suruhlah dia untuk menemuiku di malam hari, kebetulan di kota ini sedang ada acara tahunan selama dua hari berturut-turut yang tepatnya berada di kota tua peninggalan Belanda.

Ku buat janji untuk menemui saudaraku di acara itu. Setelah bertemu aku mengajaknya keliling untuk menikmati suasana kota tua. Walaupun sebenarnya acaranya telah selesai, untuk menutupi kekecewaan saudaraku lalu aku mengajaknya makan malam di daerah sekitar dimana sepanjang jalan itu tersebar Factory Outlet. Kemudian ku ajaklah dia untuk menginap di rumah ku.

Dengan ditemai beberapa batang rokok dan dua gelas kopi, malam itu aku bertukar pikiran dengan saudaraku terkait dengan masa depan kami. Kami berdua merencanakan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi, yang untuk mendapatkannya gelarnya saja harus menyelesaikan sebuah tesis sampai dengan disertasi. Kami berencana untuk mewujudkan impian itu. Tetapi karena keterbatasan biaya, kami harus kerja keras untuk mendapatkannya dengan mencari beasiswa. Di sela diskusi yang kami lakukan aku mengatakan kepada dia tentang rencana aku ingin mengunjugi nenek di kampung, setujulah dia dengan rencanaku ini. Kebetulan sekali dia ingin pulang ke kampung juga dan kami memutuskan untuk pulang kampung besok harinya.

Tibalah waktunya untuk mengunjungi nenekku di kampung halamanku. Rencana yang awalnya berangkat pukul delapan pagi dikarenakan kami baru tidur di malamnya pada pukul 4 pagi membuat kami menggeser waktu pergi kami sampai dengan pukul sepuluh pagi. Kami mengawalinya dengan mempersiapkan diri untuk perjalanan jauh kurang lebih sejauh 100 kilometer klo di hitung-hitung untuk pulang pergi aku telah menempuh perjalanan sejauh 200 kilometer.

Inilah awal dari sebuah pemaknaan dari kelalaian. Tepat sebelum pergi saudara aku mencari korek api untuk membakar rokoknya, karena tidak ada korek api di rumahku ini, maka aku meminta dia untuk menyalakan melalui kompor gas yang ada di dapur. Aku tidak mengetahui persisnya setelah dia menyalakan kompor, apakah kompor itu sudah dalam keadaan padam atau belum. Tanpa memeriksa seisi ruangan di dalam rumahku kami memutuskan untuk langsung pergi.

Aku selalu tidak biasa bila mengunjungi saudaraku tanpa membawa buah tangan sehingga aku memutuskan untuk membelinya dahulu. Selama di perjalanan kami sangat menikmati pemandangan yang ada di sekitar kami, sampai-sampai kami lupa akan rasa capai selama mengendarai masing-masing kendaraan yang kami miliki.

Sampailah kami di kampung halaman. Aku di ajak untuk mengunjungi saudara-saudaraku untuk sekedar memperikat tali silaturrahim. Kunjunganku ini di akhiri dengan berkunjung ke tempat nenekku.

Nenekku seorang wanita yang selalu setia menemani almarhum kakekku selama berjuang untuk memperoleh kemerdekaan bangsa ini selalu menyambutku dengan hangat, tak ada keinginan yang terlihat dalam diri nenekku ini selain sebuah harapan agar cucu-cucunya dapat meraih kesuksesan untuk membangun bangsa ini. Yang selalu terucap dari wanita yang mulia ini hanya sebuah nasehat agar selalu beribadah kepada Allah S.W.T., jangan sekali-kali kamu melupakanNya sebab hidup itu hanya sementara kehidupan yang kekal bukan di dunia ini adanya dan agar selalu menyisihkan sebagian hartanya untuk beramal walaupun kita dalam keadaan senang dan susah. Itulah nasehat yang selalu ku ingat.

Akhirnya aku mengakhiri kunjungan dari kampungku untuk kembali lagi ke kota tempat dimana aku menuntuk ilmu. Perjalanan kembali ini aku lalui sendiri karena saudaraku tetap tinggal di kampung untuk menghabiskan sisa liburannya.

Kupacu kendaraanku ini agar cepat untuk mencapai rumah. Di tengah perjalanan aku menyempatkan diri untuk sholat maghrib dahulu lalu menikmati udara pegunungan di malam hari sambil memakan makanan ringan. Tak kuduga masalah teknis terjadi lagi terkait dengan kendaraanku ini, untung saja hari belum terlalu malam sehingga aku masih mendapatkan bengkel untuk memperbaikinya.

Rasa cape ditambah dengan udara dingin yang menusuk tulang tak membuat ku berhenti untuk beristirahat terlebih dahulu. Aku langsung memacu kendaraanku agar cepat sampai di rumah.

Setelah ku buka pintu rumahku aku mendengar suara seperti suara gas. Namun awalnya tidak aku hiraukan setelah itu rasa penasaran ku muncul, aku melihat ke dapur tetapi tidak ada apa-apa. Setelah aku teliti lebih lanjut aku menemukan asal dari suara gas itu dan akau menemukan api yang menyala kecil di atas kompor yang terdapat di dapur. Diatas kompor tersebut terdapat sebuah penggorengan beriisikan minyak goreng yang kosong. Inilah yang membuat aku terhentak kaget dan selalu bersyukur kepada Tuhan, ternyata tidak terjadi apa-apa.

Aku memperoleh pelajaran yang sangat berarti hari ini. Tuhan menunjukkan KekuasaanNya. Aku merenung dan terus merengung sampai kepada suatu makna yang mendalam akan hakikat dari Sebuah doa serta Rasa tulus dan ikhlas merupakan penghalang terjadinya malapetaka terhadap diri kita. Rabu 31 Desember 2008 Pukul. 20.15. Aku tidak akan lupa hari ini!!!.

Selasa, 30 Desember 2008

Angkutan Kota

" Kiri, kiri, Kiri 'a ", tak lama kemudian tanpa melihat spion kanan dan kiri supir angkot memberhentikan kendaraannya. Itulah yang terjadi dewasa ini, sebuah sikap yang mementingkan dirinya sendiri tanpa peduli dengan sekitarnya. Mencari rizki untuk mempertahankan hidup adalah bagian dari amal ibadah namun apabila pencarian akan rezeki tersebut dapat merugikan kepentingan orang lain, apakah itu bisa dikatakan ibadah?.

Dengan alasan mencari duit, mengejar setoran, takut diambil oleh angkot yang lainnya, takut ada polisi dan sebagainya sebagai alasan yang sering kita dengar tapi apakah itu dapat di benarkan?.Tentunya adalah tidak benar. Bukankah rezeki itu Tuhan yang mengaturnya!.
Dari sikap yang seperti ini masyarakat dapat menilai, apakah itu dapat di katagorikan baik atau dapat di katagorikan buruk?memang masyarakat dapat menilainya namun suatu sikap yang buruk dilakukan berkali-kali tanpa adanya kontrol sosial dan tanpa adanya tindakan yang dilakukan sehingga membuat sikap itu menjadi kebiasaan dan dapat dikatakan lumrah, apakah ini dapat di biarkan!

Semua ini tidak terlepas dari peran kepolisian yang telah memberikan izin berupa izin mengemudi kepada supir angkot, seringkali izin tersebut hanya sekedar izin dan untuk mendapatkannya sangatlah mudah tanpa melalui jalur tes tertulis dan praktek, izin sudah dapat diterima yang pastinya. Inilah yang dinamakan jalur khusus yang penuh dengan pungutan didalamnya.

Tidak semua supir angkot merupakan supir resmi dari angkot yang dikendarainya, kebanyakan dari mereka adalah supir tembak (bukan supir resmi). Memang hal tersebut tidak ada pengaturannya, selama supir tersebut menyetorkan sesuai dengan kesepakatan antara pemilik angkot dengan sang supir. Inilah yang jadi permasalahan sehingga sangat sulit untuk mengontrol tingkah laku supir angkot dikarenakan tidak adanya hal pembeda antara keduanya.

Disisi lain Masyarakat sebagai pengguna kendaraan umum sering kali mengabaikan aturan-aturan yang sudah ada, sebagai contoh bila ingin turun dari angkot dengan memberitahukan kepada supir angkot untuk memberhentikan kendaraannya tanpa mempedulikan rambu-rambu yang ada, yang penting dekat dengan tujuannya.

Jikalau kita ingin menyalahkan, siapakah yang akan kita salahkan?Polisikah,?,Supir angkotkah ?, atau masyaratkah?. Tentunya semuanya mempunyai keterkaitan yang sangat jelas. Menyalahkan bukan hal yang tepat saat ini, yang di butuhkan sebuah koreksi dan masukan untuk perbaikan kedepannya.

Sabtu, 06 September 2008

Website UNPAD Tidak Lain Hanyalah Berisi Sampah

Pada umumnya isi sebuah website menjelaskaan secara rinci tentang apa yang di kandung di dalamnya, coba tengok yahoo.com, google.com dan lain sebagainya. Di era digital sekarang ini masyarakat di tuntut untuk lebih terbuka terhadap informasi, di tandai dengan akses yang sangat mudah dalam mendapatkan informasi dari manapun maka dari itu teknologi digital khususnya internet tidak bisa terlepaskan dari kehidupan masyarakat modern.

Di era keterbukaan saat ini, sesuatu hal yang di tutup-tutupi menjadi sesuatu yang tabu, sebagai contoh bila kita berbicara tentang Sex yang mungkin 10 tahun yang lalu hal itu sangat tabu di bicarakan, bagaimana dapat mengaksesnya sedangkan di bicarakan saja di anggap tabu namun di era keterbukaan saat ini hal semacam itu tidak dapat di anggap tabu karena kita dapat dengan mudah mengaksesnya.

Sebuah Universitas di Republik ini di tuntut memberikan informasi yang lengkap dan jelas kepada khalayak umum maka dari itu pada umumnya tiap universitas memiliki official website atau website resmi mengenai Universitasnya.

Universitas Padjadjaran adalah salah satu universitas terbesar dan terpandang di Republik ini namun pada kenyataannya dalam hal teknologi khususnya teknologi digital, kampus ini masih jauh dari harapan padahal kampus ini berapa di kota besar dan sangat dekat akses menuju ibukota negara ini. Sangat di luar dugaan dalam pengelolaan website yang dapat memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dan masyarakat umum mengenai seluk beluk kampus ini masih berantakan. Coba saja buka www.unpad.ac.id isinya tidak lain hanya berita-berita yang sudah kadaluwarsa atau basi, dan coba lah bandingkan dengan kampus besar seperti ITB, UI, UGM, IPB bahkan Universitas Brawijaya yang sangat jauh di timur pulau jawa saja masih lebih baik dalam mengelola website.

Kampus-kampus diatas yang telah di sebutkan merupakan 5 besar nasional yang terbaik dalam pengelolaan website, terlihat dari isi yang di tampilkan, banyaknya pilihan atau feature, kemudahan dalam mengakses, berita-berita yang up to date serta menyajikan jurnal-jurnal ilmiah hasil pemikiran dari para mahasiswa dan dosennya.

Liat saja website UNPAD, dimulai dari profil sejarah kampus yang di tampilkan seadanya saja sampai dengan berita-berita besar mengenai kegiatan dari mahasiswa sampai berita kecil dari kegiatan mahasiswa tidak di jelaskan, hanya di tampilkan sebagai perusak isi website tersebut. Tidak ada keberpihakan, perhatian dan penghargaan yang di berikan oleh kampus kepada mahasiswanya.

Saya sering bertanya dalam hati, sebenarnya apa seh yang salah dalam pengelolaan website UNPAD. Apakah UNPAD sudah siap untuk menjadi World Class University?. Hah, itu sebenernya adalah pertanyaan yang mudah untuk di jawab, dalam mengelola website aja belum becus bagaimana mau menjadi Universitas Kelas Dunia. Itu hanya omong kosong yang di ucapkan para pemimpin kampus ini.

Para pemimpin kampus ini memang tidak banyak belajar dari kampus-kampus yang lain yang lebih maju darinya, tidak usah jauh-jauh tuk belajar, belajarlah dari ITB kampus tetangga. Mereka lebih baik dalam pengelolaan website, bisa di akses di www.itb.ac.id dan coba bandingkan dengan website UNPAD.

Dan yang membuat saya bingung lagi salah satu pengelola website ITB adalah mahasiswa lulusan UNPAD, adakah yang salah dengan UNPAD?????.Itu adalah pertanyaan besar, kemanakah Alumni-Alumni kita?.

D-Cistem adalah salah satu bagian yang mengelola dan mengatur hal-hal mengenai dunia maya di kampus UNPAD, namun pada kenyataannya bagian tersebut hanya pajangan saja tanpa ada hal konkrit yang di perbuat, emang seh website UNPAD sudah lebih baik semenjak pengalihan kekuasaan rektor dari Rektor yang lama Prof. Himendra Wargahadibrata menjadi Prof. Ganjar Kurnia tapi tetap saja perubahan itu sangat tidak berarti, dan terkesan lamban.

sebagai contoh ketika saya membuka website UNPAD untuk melihat agenda kegiatan-kegiatan kampus namun yang saya temukan hanyalah agenda-agenda yang sudah usang dan seringkali acara yang dilaksanakan pada hari ini, baru di cantumkan di agenda hari ini juga. Bagaimana kegiatan kampus di ketahui dan di datangi oleh banyak mahasiswa dan masyarakat umum?.

Saya memang sering membanding-bandingkan isi website UNPAD dengan kampus-kampus lainnya, maksud dan tujuan saya adalah biar kita bisa banyak belajar dari keberhasilan kampus-kampus lain, memang saya hanya sekedar seorang mahasiswa yang tidak mempunyai kekuasaan dalam menentukan kebijakan kampus tapi saya mempunyai tujuan untuk memajukan kampus ini agar tidak di pandang sebelah mata oleh kampus-kampus yang lain.

Untuk menjadikan semua itu adalah dari kepedulian mahasiswa untuk mengingatkan pimpinan kampus ini dan selalu memberi masukan untuk kemajuan kampus ini, sehingga sebuah website yang merupakan pintu dalam memberikan informasi tentang kampus UNPAD dapat di perbaiki, dikaji dan di buat lebih baik lagi sehingga website UNPAD tidak berisi SAMPAH YANG TIDAK BERGUNA.

Rabu, 12 Maret 2008

Jazz Experience

7, 8, 9 Maret adalah hari dimana para musisi jazz nasional dan Internasional berkumpul dalam satu atap yaitu International Java Jazz Festival(IJJF) di Jakarta Convention Center. IJJF merupakan ritual tahunan para musisi dan para penikmat jazz. Pada hari itu meninggalkan berbagai macam pelajaran, pengalaman, masalah bahkan kenangan. 
Dimulai dengan pelajaran, dimana aku banyak belajar dari pihak penyelenggara bagaimana caranya mengelola suatu acara sehingga acara itu dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. Walaupun aku merasa pihak penyelenggara masih memiliki berbagai kekurangan namun kekurangan tersebut tertutupi dengan kesuksesan dan kemeriahan dari acara tersebut.
Pengalaman berharga banyak aku dapet ketika aku terjun langsung untuk menangani musisi bandung khususnya yang ketika itu tampil di VIP Parking Stage tepatnya di sebelah loket pembelian tiket IJJF. Dari itulah aku mendapat pengalaman bagaimana kalau menghadapi musisi yang telat dateng ke tempat walaupun waktu main mereka akan segera dimulai. Dibutuhkan pemikiran yang cepat yang harus diputuskan pada saat itu juga sehingga masing-masing kepentingan tidak di rugikan.
Seperti yang aku sudah katakan, acara sebesar IJJF saja masih menyisakan kekurangan dalam hal pengorganisasian, bagaimana acara yang tidak direncankan secara matang, akan hancurlah acara itu. Tetapi Sebaik mungkin kita merencanakan pasti selalu ada kekurangan yang timbul namun kekurangan itu membuat kita selalu terus menerus tutupi dengan cara belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Itulah pentingnya belajar dari pengalaman agar tidak terjerumus di lubang yang sama.
Selain itu ada kenangan yang tentunya tidak dapat ku ceritakan dalam tulisan ini. Tapi itu tidak menjadi masalah yang terpenting adalah pengalaman berharga yang dapat kita ambil sebagai pelajaran dari International Java Jazz Festival ini.
IJJF merupakan acara jazz terbesar di Indonesia bahkan merupakan acara jazz terbesar di ASEAN sehingga IJJF dijadikan ajang berkumpul musisi dunia serta dapat di jadikan tolak ukur perkembangan musik jazz khususnya di Indonesia.
Aku sangat bangga akan IJJF karena membuat Indonesia tidak dipandang sebelah mata di mata dunia serta ini membuktikan bahwa Indonesia itu aman untuk di kunjungi oleh warga asing.
Sungguh merupakan pengalaman yang luar biasa yang aku dapatkan setelah menjadi bagian dari penyelenggara International Java Jazz Festival.
Harapan aku adalah IJJF akan terus konsisten menyelengarakan acara ini tiap tahun sehingga jazz selalu menjadi musik yang dapat menginspirasikan semua orang.
Dan terakhir harapan aku bahwa International Java Jazz Festival akan terselenggara di Kota Bandung.
Bentuk nyata dari semua itu adalah Semoga terwujudnya "Kampoeng Jazz" di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung yang merupakan pengabdian kami terhadap Almamater, kecintaan kami terhadap Kota Bandung dan kebanggaan kami sebagai Bangsa Indonesia.

Jumat, 07 Maret 2008

Kritikan Untuk Peningkatan

Kritikan adalah sebuah masukan yang berarti untuk menigkatkan kinerja sehingga akan menjadi lebih baik. Memang kritikan itu sangat pedas bukan berarti rasa pedas itu tidak bisa dimanfaatkan, tetapi bagaimana membuat rasa pedas itu semakin kaya akan manfaat yang dapat kita jadikan untuk selalu sadar akan tanggung jawab yang kita 
emban. 
Kritikan akan lebih bermakna bila kita menyikapinya dengan kepala dingin karena itu kritikan 
jangan di sikapi dengan emosional yang akan membuat kita terlihat bodoh. Apapun yang di sikapi dengan emosional yang tinggi akan menghilangkan kejernihan dari pemikiran dalam membuat keputusan. Oleh karena itu 
hal yang utama dalam meyikapi kritikan adalah sikapi dengan kepala dingin sehingga kita dapat berpikir jernih dan lebih bersemangat dalam menghasilkan karya.
Kritikan itu tidak selalu berasal dari orang-orang yang peduli kepada kita, namun ada kritikan yang berasal dari orang-orang yang ingin menjatuhkan kita, tentunya itu lebih banyak dari yang peduli kepada kita. Tetapi itu akan menjadi senjata yang ampuh bagi kita dalam peningkatan profesionalisme sebab kritikan itu akan membuat kita untuk berusaha membuktikan bahwa kita BISA, bila kritikan itu merendahkan
atau bentuk ketidakpercayaan kepada kita. Bila kritikan itu diarahkan kepada pembunuhan karakter atau penuduhan terhadap 
apa yang tidak kita lakukan, Kita jadikan kritikan itu dengan menumbuhkan semangat untuk membuktikan bahwa itu TIDAK BENAR.

Jadi, Teguhkan hati mantapkan tujuan buktikan dengan pengorbanan dan permudah dengan doa bahwa semua itu bisa di wujudkan.

Rabu, 05 Maret 2008

Bandung, Manusia, dan Sampah

Kota sejuk nan indah yang dapat ditempuh hanya dengan 2 jam melalui tol Cipularang dari Jakarta merupakan obyek dari para pecinta belanja dan wisata kuliner. Sebuah kota yang berbentuk seperti cekungan yang konon dulunya merupakan sebuah danau besar dan seiring perjalanan waktu danau itu mengering sehingga dapat ditinggali oleh yang namanya manusia.

Manusia adalah mahkluk yang tidak jauh beda dengan mahkluk Tuhan lainnya, perbedaan manusia dengan mahkluk yang lainnya hanya dalam akal sehingga manusia di beri gelar oleh Sang Pecipta' mahkluk yang paling sempurna'. Namun dalam kenyataannya manusia sering sekali melupakan akal dalam melakukan segala tindakannya.

Sampah merupakan merupakan sesuatu yang telah dipergunakan untuk kebutuhan manusia dan meninggalkan sisa. Sisa tersebut yang biasa disebut dengan sampah. Sampah bukanlah sisa yang tidak berguna tetapi sisa yang belum diberikan ide untuk di pergunakan kembali.

Bandung, manusia dan sampah mempunyai keterkaitan. Bandung tidak menjadi indah lagi dikarenakan terdapat banyak sampah yang tidak terurus. Manusia tidak mempergunakan akalnya utuk memberikan solusi yang tepat tentang bagaimana memberikan ide terhadap sampah tersebut yang di implementasikan menjadi sebuah tindakan yang berguna. Sedangkan sampah adalah barang berharga yang menuntuk kreatifitas dari manusia untuk diubah menjadi sesuatu yang berguna secara nyata.
Keterkaitan diantar ketiganya seringkali menimbulkan banyak ketidakharmonisan sehingga banyak permasalahan yang timbul karena ketiganya. Kita tidak bisa menyalahkan Bandung dan begitu pula kita tidak bisa menyalahkan sampah tetapi kita tidak mempersalahkan manusia, hanya saja kesadaran manusia yang mempunyai akal sehat dan dapat berpikir jernih adalah faktor utama yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk menyalahkan manusia.
Manusia tidak menyadari bahwa kepedulian manusia terhadap sampah akan menjauhkan manusia dari berbagai macam bahaya dan akan mendatangkan keuntungan demi kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Dasar manusia!yang dipikirakannya hanyalah keuntungan tanpa mempertimbangkan resiko yang akan di hadapi dari ketidakpeduliannya ini.
Bandung selain dijuluki kota pejuang, Bandung merupakan kota pelajar. Pemimpin bangsa ini pasti pernah merasakan kehidupan di kota Bandung sehingga Bandung dapat dijuluki kota pemimpin. Namun dalam kehidupan nyata julukan tersebut 
hanya dijadikan sebagai simbol untuk menutupi kekurangan.

Berbagai perguruan tinggi di kota bandung tidak bisa menjawab bila ditanya tentang masalah sampah, yang terjadi hanyalah kebisuan. Bagaimana jadinya kota bandung yang merupakan kota pelajar yang menghasilkan pemimpin bangsa ini hanya diam membisu bila ditanya tetang sampah. Ini merupakan masalah bersama sehingga diperlukan suatu ekstra pemikiran untuk dapat memberikan solusi yang terbaik bagi kota Bandung dan Pemikiran kreatif manusia diperlukan sehingga keterikatan Bandung, manusia dan sampah akan terus membuat manusia di cap sebagai manusia.

Senin, 03 Maret 2008

Politik Bersih Tidak Mustahil Diwujudkan

Berawal dari sebuah obrolan di sebuah rumah makan tentang seputar kegiatan kampus, tanpa di sadari pembicaraan terus mengalir sampai ketika menyangkut masalah politik yang membuat sebuah pembicaraan semakin menarik. Seperti kata Soe Hok Gie " politik itu kotor seperti lumpur yang sangat pekat, tapi mau tidak mau, suka tidak suka, langsung atau tidak langsung mahasiswa akan terjun ke dalam dunia yang penuh intrik tersebut". Bukan tidak 
mungkin politik bersih  akan terwujud tergantung dari kita semua mau melaksanakannya atau meninggalkannya, itulah yang jadi pertanyaan sekarang ini. Namun karena politik identik dengan kekuasaan sering kali orang takut melakukan politik bersih
karena sering kali politik bersih akan menjauhkan mereka dari kekuasaan. 
Hal ini yang membuat sebagian besar para pejabat atau pemimpin atau orang yang 
akan memimpin enggan untuk menggunakan politik bersih.
Dunia kampus syarat dengan pembelajaran politik namun dalam kenyataannya dunia kampus sering kali terlibat dengan politik praktis selain itu politik yang berkembang di dunia kampus sekarang ini masih jauh dari bersih, oleh karena itu dunia kampus yang identik dengan kaum intelektual di harapkan menjadi sebuah harapan lahirnya politk bersih yang dapat di kembangkan menjadi sebuah kebiasaan yang dapat di jadikan pedoman dalam berpolitik.
Kebingungan yang terjadi sampai saat ini adalah politik bersih di anggap sebagai racun yang dapat menggangu kestabilan politik nasional. Bertanyaan yang kedua,mana mungkin politik bersih dapat menganggu kestabilan politik nasional?itu merupakan alasan yang sangat tidak 
masuk akal. Politik bersih akan merujung dengan kestabilan politik nasional. 
Rupanya sangat terlalu jauh saya yang notabene nya sebagai mahasiswa 
berkata demikian namun 
di balik semua itu hati kecil mengatakan bahwa politik bersih bukan merupakan hal yang mustahil untuk diwujudkan. Untuk saat ini untuk mewujudkan politik bersih di lingkungan kampus merupakan awal untuk mewujudkan cita-cita terciptanya politik bersih di negara ini. Akankah itu terwujud? kita hidup di dunia yang serba mungkin jadi Nothing is Impossible, Just Do It!!Saatnya kebenaran mendapat tempat yang terhormat.