Lama ku tak menulis tentang kejadian yang selama ini aku hadapi, pikiranku seakan-akan ditutupi oleh bayangan yang membuatku hanya terpaku pada bayangan itu, memang kesibukanku saat ini telah merenggut kebebasanku untuk berpikir sekaligus berkarya untuk orang lain. Mungkin itu hanya alasanku saja, tetapi mungkin juga itu hanya upaya ku menghilangkan penat yang sekarang ini aku alami.
Hakikat manusia telah mengingatkanku kembali untuk membangkitkan semangatku. Hakikat kenapa manusia ini diciptakan telah menyentil pikiranku agar aku selalu berpegang teguh pada prinsip dan pendirianku selama ini, buah dari itu semua adalah kembalinya semangatku untuk berpikir dan berkarya untuk orang lain sehingga yang selama ini aku lakukan tidak sia-sia dan tidak hanya untuk kepentingan diriku sendiri.
Aku tidak boleh menyerah dengan keadaan apapun juga.
Ingatlah kembali Hakikat kenapa manusia itu diciptakan den!!!
Kamis, 27 Agustus 2009
Jumat, 08 Mei 2009
Maafkan Aku Ibu...
Siang itu,ya siang itu pukul tepat pukul sebelas siang aku ingin menghilangkan rasa lapar ku, terlintas di pikiranku Nasi Padang "Mande Kanduang". Tidak lama berselang sampailah aku di tempat makan itu. "nasi, daging dendeng plus perkedel yah 'a", itulah kataku."Sambelnya di saring yah 'a", aku menambahkan. Dengan lahap aku makan masakan asal sumatra itu.
Dipertengahan makanku datanglah seorang ibu tua berjilbab dengan berjalan sedikit mumbungkuk menengadahkan tangan kepadaku untuk meminta sedekah. Serentak hilanglah nafsu makan ku.
Aku berpikir, "kenapa seorang ibu yang sudah tua masih mencari sumbangan untuk menghidupi diri dengan meminta belas kasihan kepada?", Kemanakah anak-anaknya?? Oh ibu, aku tak habis berpikir kenapa bisa menjadi seperti itu. "Aku yakin ibu itu mempunyai anak bahkan sudah mempunyai cucu tapi kemanakah mereka semua!".
" Dimanakah pikiranmu den, kamu enak-enakan makan tetapi seorang ibu tua berada di sampingmu dan kamu hanya diam..diam..dan hanya diam..dimana hati nuranimu?"Pertanyaan itu selalu berputar-putar di kepalaku. aku tak dapat berbuat banyak, tak banyak materi yang bisa aku berikan kepadamu ibu, aku hanya seorang mahasiswa yang merantau ke bumi sunda untuk menuntut ilmu dengan bekal materi yang hanya cukup untuk diriku saja, tak banyak yang bisa ku perbuat, mungkin selembar materi dapat meringankan kesusahanmu.
Oh ibu sangat kejamkah aku, aku hanya berdiam diri dengan kenikmatan sementara seorang ibu tua renta harus berjuang dengan meminta belas kasihan untuk menyambung hidup di masa tuanya. Maafkan aku Tuhan, dan maafkan aku Ibu.
Dipertengahan makanku datanglah seorang ibu tua berjilbab dengan berjalan sedikit mumbungkuk menengadahkan tangan kepadaku untuk meminta sedekah. Serentak hilanglah nafsu makan ku.
Aku berpikir, "kenapa seorang ibu yang sudah tua masih mencari sumbangan untuk menghidupi diri dengan meminta belas kasihan kepada?", Kemanakah anak-anaknya?? Oh ibu, aku tak habis berpikir kenapa bisa menjadi seperti itu. "Aku yakin ibu itu mempunyai anak bahkan sudah mempunyai cucu tapi kemanakah mereka semua!".
" Dimanakah pikiranmu den, kamu enak-enakan makan tetapi seorang ibu tua berada di sampingmu dan kamu hanya diam..diam..dan hanya diam..dimana hati nuranimu?"Pertanyaan itu selalu berputar-putar di kepalaku. aku tak dapat berbuat banyak, tak banyak materi yang bisa aku berikan kepadamu ibu, aku hanya seorang mahasiswa yang merantau ke bumi sunda untuk menuntut ilmu dengan bekal materi yang hanya cukup untuk diriku saja, tak banyak yang bisa ku perbuat, mungkin selembar materi dapat meringankan kesusahanmu.
Oh ibu sangat kejamkah aku, aku hanya berdiam diri dengan kenikmatan sementara seorang ibu tua renta harus berjuang dengan meminta belas kasihan untuk menyambung hidup di masa tuanya. Maafkan aku Tuhan, dan maafkan aku Ibu.
Kamis, 01 Januari 2009
Tahun Baru dalam Kesederhanaan
Kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik tak perlu menunggu tahun baru tetapi dapat dimulai dari sekarang. Banyak orang yang membuat sebuah resolusi di akhir tahun untuk dilaksanakan di tahun selanjutnya namun belum tentu resolusi itu akan dilaksanakan, yang ada resolusi yang hanya sekedar resolusi belaka tanpa ada sedikitpun pelaksanaan yang dapat membuat diri ini menjadi lebih baik bisa juga dikatakan pelanggaran terhadap resolusi yang buatnya, itu juga dapat dikatakan pengingkaran terhadap diri sendiri.
Setiap tahun kita merayakan tahun baru dan setiap tahun pula angka itu berubah, tetapi kita selalu tidak peka terhadap lingkungan sekitar. Tak perlulah berhura-hura dengan melewati batas kewajaran dalam merayakan tahun baru ini, tolong liatlah kesamping, kanan dan kiri bukankah masih banyak yang belum merasakan kemerdekaan yang di proklamasikan pemimpin bangsa ini. Dan lihatlah ke cermin, belum banyak yang dapat dibanggakan dari diri kita, kita hanya bergantung kepada orang lain.
Memang tidak salah merayakan tahun baru dalam kegembiraan dengan bersukacita, yang dipermasalahkan disini adalah sejauhmana kegembiraan tersebut dapat di tularkan kepada orang-orang yang belum seberuntung dengan kita.
Semoga tahun baru dapat disambut dengan kesederhanaan serta dapat membangun jiwa social dari diri kita ini sehingga kemerdekaan yang pantas didapatkan tidak hanya didapatkan oleh para penguasa saja tetapi dapat dirasakan oleh seluruh Bangsa Indonesia dan Dunia.
Selamat Tahun Baru 2009.
Setiap tahun kita merayakan tahun baru dan setiap tahun pula angka itu berubah, tetapi kita selalu tidak peka terhadap lingkungan sekitar. Tak perlulah berhura-hura dengan melewati batas kewajaran dalam merayakan tahun baru ini, tolong liatlah kesamping, kanan dan kiri bukankah masih banyak yang belum merasakan kemerdekaan yang di proklamasikan pemimpin bangsa ini. Dan lihatlah ke cermin, belum banyak yang dapat dibanggakan dari diri kita, kita hanya bergantung kepada orang lain.
Memang tidak salah merayakan tahun baru dalam kegembiraan dengan bersukacita, yang dipermasalahkan disini adalah sejauhmana kegembiraan tersebut dapat di tularkan kepada orang-orang yang belum seberuntung dengan kita.
Semoga tahun baru dapat disambut dengan kesederhanaan serta dapat membangun jiwa social dari diri kita ini sehingga kemerdekaan yang pantas didapatkan tidak hanya didapatkan oleh para penguasa saja tetapi dapat dirasakan oleh seluruh Bangsa Indonesia dan Dunia.
Selamat Tahun Baru 2009.
Langganan:
Komentar (Atom)
