7, 8, 9 Maret adalah hari dimana para musisi jazz nasional dan Internasional berkumpul dalam satu atap yaitu International Java Jazz Festival(IJJF) di Jakarta Convention Center. IJJF merupakan ritual tahunan para musisi dan para penikmat jazz. Pada hari itu meninggalkan berbagai macam pelajaran, pengalaman, masalah bahkan kenangan.
Dimulai dengan pelajaran, dimana aku banyak belajar dari pihak penyelenggara bagaimana caranya mengelola suatu acara sehingga acara itu dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. Walaupun aku merasa pihak penyelenggara masih memiliki berbagai kekurangan namun kekurangan tersebut tertutupi dengan kesuksesan dan kemeriahan dari acara tersebut.
Pengalaman berharga banyak aku dapet ketika aku terjun langsung untuk menangani musisi bandung khususnya yang ketika itu tampil di VIP Parking Stage tepatnya di sebelah loket pembelian tiket IJJF. Dari itulah aku mendapat pengalaman bagaimana kalau menghadapi musisi yang telat dateng ke tempat walaupun waktu main mereka akan segera dimulai. Dibutuhkan pemikiran yang cepat yang harus diputuskan pada saat itu juga sehingga masing-masing kepentingan tidak di rugikan.
Seperti yang aku sudah katakan, acara sebesar IJJF saja masih menyisakan kekurangan dalam hal pengorganisasian, bagaimana acara yang tidak direncankan secara matang, akan hancurlah acara itu. Tetapi Sebaik mungkin kita merencanakan pasti selalu ada kekurangan yang timbul namun kekurangan itu membuat kita selalu terus menerus tutupi dengan cara belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Itulah pentingnya belajar dari pengalaman agar tidak terjerumus di lubang yang sama.
Selain itu ada kenangan yang tentunya tidak dapat ku ceritakan dalam tulisan ini. Tapi itu tidak menjadi masalah yang terpenting adalah pengalaman berharga yang dapat kita ambil sebagai pelajaran dari International Java Jazz Festival ini.
IJJF merupakan acara jazz terbesar di Indonesia bahkan merupakan acara jazz terbesar di ASEAN sehingga IJJF dijadikan ajang berkumpul musisi dunia serta dapat di jadikan tolak ukur perkembangan musik jazz khususnya di Indonesia.
Aku sangat bangga akan IJJF karena membuat Indonesia tidak dipandang sebelah mata di mata dunia serta ini membuktikan bahwa Indonesia itu aman untuk di kunjungi oleh warga asing.
Sungguh merupakan pengalaman yang luar biasa yang aku dapatkan setelah menjadi bagian dari penyelenggara International Java Jazz Festival.
Harapan aku adalah IJJF akan terus konsisten menyelengarakan acara ini tiap tahun sehingga jazz selalu menjadi musik yang dapat menginspirasikan semua orang.
Dan terakhir harapan aku bahwa International Java Jazz Festival akan terselenggara di Kota Bandung.
Bentuk nyata dari semua itu adalah Semoga terwujudnya "Kampoeng Jazz" di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung yang merupakan pengabdian kami terhadap Almamater, kecintaan kami terhadap Kota Bandung dan kebanggaan kami sebagai Bangsa Indonesia.
Rabu, 12 Maret 2008
Jumat, 07 Maret 2008
Kritikan Untuk Peningkatan
Kritikan adalah sebuah masukan yang berarti untuk menigkatkan kinerja sehingga akan menjadi lebih baik. Memang kritikan itu sangat pedas bukan berarti rasa pedas itu tidak bisa dimanfaatkan, tetapi bagaimana membuat rasa pedas itu semakin kaya akan manfaat yang dapat kita jadikan untuk selalu sadar akan tanggung jawab yang kita
emban.
Kritikan akan lebih bermakna bila kita menyikapinya dengan kepala dingin karena itu kritikan
jangan di sikapi dengan emosional yang akan membuat kita terlihat bodoh. Apapun yang di sikapi dengan emosional yang tinggi akan menghilangkan kejernihan dari pemikiran dalam membuat keputusan. Oleh karena itu
hal yang utama dalam meyikapi kritikan adalah sikapi dengan kepala dingin sehingga kita dapat berpikir jernih dan lebih bersemangat dalam menghasilkan karya.
Kritikan itu tidak selalu berasal dari orang-orang yang peduli kepada kita, namun ada kritikan yang berasal dari orang-orang yang ingin menjatuhkan kita, tentunya itu lebih banyak dari yang peduli kepada kita. Tetapi itu akan menjadi senjata yang ampuh bagi kita dalam peningkatan profesionalisme sebab kritikan itu akan membuat kita untuk berusaha membuktikan bahwa kita BISA, bila kritikan itu merendahkan
atau bentuk ketidakpercayaan kepada kita. Bila kritikan itu diarahkan kepada pembunuhan karakter atau penuduhan terhadap
apa yang tidak kita lakukan, Kita jadikan kritikan itu dengan menumbuhkan semangat untuk membuktikan bahwa itu TIDAK BENAR.
Jadi, Teguhkan hati mantapkan tujuan buktikan dengan pengorbanan dan permudah dengan doa bahwa semua itu bisa di wujudkan.
emban.
Kritikan akan lebih bermakna bila kita menyikapinya dengan kepala dingin karena itu kritikan
jangan di sikapi dengan emosional yang akan membuat kita terlihat bodoh. Apapun yang di sikapi dengan emosional yang tinggi akan menghilangkan kejernihan dari pemikiran dalam membuat keputusan. Oleh karena itu
hal yang utama dalam meyikapi kritikan adalah sikapi dengan kepala dingin sehingga kita dapat berpikir jernih dan lebih bersemangat dalam menghasilkan karya.
Kritikan itu tidak selalu berasal dari orang-orang yang peduli kepada kita, namun ada kritikan yang berasal dari orang-orang yang ingin menjatuhkan kita, tentunya itu lebih banyak dari yang peduli kepada kita. Tetapi itu akan menjadi senjata yang ampuh bagi kita dalam peningkatan profesionalisme sebab kritikan itu akan membuat kita untuk berusaha membuktikan bahwa kita BISA, bila kritikan itu merendahkan
atau bentuk ketidakpercayaan kepada kita. Bila kritikan itu diarahkan kepada pembunuhan karakter atau penuduhan terhadap
apa yang tidak kita lakukan, Kita jadikan kritikan itu dengan menumbuhkan semangat untuk membuktikan bahwa itu TIDAK BENAR.
Jadi, Teguhkan hati mantapkan tujuan buktikan dengan pengorbanan dan permudah dengan doa bahwa semua itu bisa di wujudkan.
Rabu, 05 Maret 2008
Bandung, Manusia, dan Sampah
Kota sejuk nan indah yang dapat ditempuh hanya dengan 2 jam melalui tol Cipularang dari Jakarta merupakan obyek dari para pecinta belanja dan wisata kuliner. Sebuah kota yang berbentuk seperti cekungan yang konon dulunya merupakan sebuah danau besar dan seiring perjalanan waktu danau itu mengering sehingga dapat ditinggali oleh yang namanya manusia.
Manusia adalah mahkluk yang tidak jauh beda dengan mahkluk Tuhan lainnya, perbedaan manusia dengan mahkluk yang lainnya hanya dalam akal sehingga manusia di beri gelar oleh Sang Pecipta' mahkluk yang paling sempurna'. Namun dalam kenyataannya manusia sering sekali melupakan akal dalam melakukan segala tindakannya.
Sampah merupakan merupakan sesuatu yang telah dipergunakan untuk kebutuhan manusia dan meninggalkan sisa. Sisa tersebut yang biasa disebut dengan sampah. Sampah bukanlah sisa yang tidak berguna tetapi sisa yang belum diberikan ide untuk di pergunakan kembali.
Bandung, manusia dan sampah mempunyai keterkaitan. Bandung tidak menjadi indah lagi dikarenakan terdapat banyak sampah yang tidak terurus. Manusia tidak mempergunakan akalnya utuk memberikan solusi yang tepat tentang bagaimana memberikan ide terhadap sampah tersebut yang di implementasikan menjadi sebuah tindakan yang berguna. Sedangkan sampah adalah barang berharga yang menuntuk kreatifitas dari manusia untuk diubah menjadi sesuatu yang berguna secara nyata.
Keterkaitan diantar ketiganya seringkali menimbulkan banyak ketidakharmonisan sehingga banyak permasalahan yang timbul karena ketiganya. Kita tidak bisa menyalahkan Bandung dan begitu pula kita tidak bisa menyalahkan sampah tetapi kita tidak mempersalahkan manusia, hanya saja kesadaran manusia yang mempunyai akal sehat dan dapat berpikir jernih adalah faktor utama yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk menyalahkan manusia.
Manusia tidak menyadari bahwa kepedulian manusia terhadap sampah akan menjauhkan manusia dari berbagai macam bahaya dan akan mendatangkan keuntungan demi kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Dasar manusia!yang dipikirakannya hanyalah keuntungan tanpa mempertimbangkan resiko yang akan di hadapi dari ketidakpeduliannya ini.
Bandung selain dijuluki kota pejuang, Bandung merupakan kota pelajar. Pemimpin bangsa ini pasti pernah merasakan kehidupan di kota Bandung sehingga Bandung dapat dijuluki kota pemimpin. Namun dalam kehidupan nyata julukan tersebut
hanya dijadikan sebagai simbol untuk menutupi kekurangan.
Berbagai perguruan tinggi di kota bandung tidak bisa menjawab bila ditanya tentang masalah sampah, yang terjadi hanyalah kebisuan. Bagaimana jadinya kota bandung yang merupakan kota pelajar yang menghasilkan pemimpin bangsa ini hanya diam membisu bila ditanya tetang sampah. Ini merupakan masalah bersama sehingga diperlukan suatu ekstra pemikiran untuk dapat memberikan solusi yang terbaik bagi kota Bandung dan Pemikiran kreatif manusia diperlukan sehingga keterikatan Bandung, manusia dan sampah akan terus membuat manusia di cap sebagai manusia.
Manusia adalah mahkluk yang tidak jauh beda dengan mahkluk Tuhan lainnya, perbedaan manusia dengan mahkluk yang lainnya hanya dalam akal sehingga manusia di beri gelar oleh Sang Pecipta' mahkluk yang paling sempurna'. Namun dalam kenyataannya manusia sering sekali melupakan akal dalam melakukan segala tindakannya.
Sampah merupakan merupakan sesuatu yang telah dipergunakan untuk kebutuhan manusia dan meninggalkan sisa. Sisa tersebut yang biasa disebut dengan sampah. Sampah bukanlah sisa yang tidak berguna tetapi sisa yang belum diberikan ide untuk di pergunakan kembali.
Bandung, manusia dan sampah mempunyai keterkaitan. Bandung tidak menjadi indah lagi dikarenakan terdapat banyak sampah yang tidak terurus. Manusia tidak mempergunakan akalnya utuk memberikan solusi yang tepat tentang bagaimana memberikan ide terhadap sampah tersebut yang di implementasikan menjadi sebuah tindakan yang berguna. Sedangkan sampah adalah barang berharga yang menuntuk kreatifitas dari manusia untuk diubah menjadi sesuatu yang berguna secara nyata.
Keterkaitan diantar ketiganya seringkali menimbulkan banyak ketidakharmonisan sehingga banyak permasalahan yang timbul karena ketiganya. Kita tidak bisa menyalahkan Bandung dan begitu pula kita tidak bisa menyalahkan sampah tetapi kita tidak mempersalahkan manusia, hanya saja kesadaran manusia yang mempunyai akal sehat dan dapat berpikir jernih adalah faktor utama yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk menyalahkan manusia.
Manusia tidak menyadari bahwa kepedulian manusia terhadap sampah akan menjauhkan manusia dari berbagai macam bahaya dan akan mendatangkan keuntungan demi kelangsungan hidup manusia itu sendiri.
Dasar manusia!yang dipikirakannya hanyalah keuntungan tanpa mempertimbangkan resiko yang akan di hadapi dari ketidakpeduliannya ini.
Bandung selain dijuluki kota pejuang, Bandung merupakan kota pelajar. Pemimpin bangsa ini pasti pernah merasakan kehidupan di kota Bandung sehingga Bandung dapat dijuluki kota pemimpin. Namun dalam kehidupan nyata julukan tersebut
hanya dijadikan sebagai simbol untuk menutupi kekurangan.
Berbagai perguruan tinggi di kota bandung tidak bisa menjawab bila ditanya tentang masalah sampah, yang terjadi hanyalah kebisuan. Bagaimana jadinya kota bandung yang merupakan kota pelajar yang menghasilkan pemimpin bangsa ini hanya diam membisu bila ditanya tetang sampah. Ini merupakan masalah bersama sehingga diperlukan suatu ekstra pemikiran untuk dapat memberikan solusi yang terbaik bagi kota Bandung dan Pemikiran kreatif manusia diperlukan sehingga keterikatan Bandung, manusia dan sampah akan terus membuat manusia di cap sebagai manusia.
Senin, 03 Maret 2008
Politik Bersih Tidak Mustahil Diwujudkan
Berawal dari sebuah obrolan di sebuah rumah makan tentang seputar kegiatan kampus, tanpa di sadari pembicaraan terus mengalir sampai ketika menyangkut masalah politik yang membuat sebuah pembicaraan semakin menarik. Seperti kata Soe Hok Gie " politik itu kotor seperti lumpur yang sangat pekat, tapi mau tidak mau, suka tidak suka, langsung atau tidak langsung mahasiswa akan terjun ke dalam dunia yang penuh intrik tersebut". Bukan tidak
mungkin politik bersih akan terwujud tergantung dari kita semua mau melaksanakannya atau meninggalkannya, itulah yang jadi pertanyaan sekarang ini. Namun karena politik identik dengan kekuasaan sering kali orang takut melakukan politik bersih karena sering kali politik bersih akan menjauhkan mereka dari kekuasaan.
Hal ini yang membuat sebagian besar para pejabat atau pemimpin atau orang yang
akan memimpin enggan untuk menggunakan politik bersih.
Dunia kampus syarat dengan pembelajaran politik namun dalam kenyataannya dunia kampus sering kali terlibat dengan politik praktis selain itu politik yang berkembang di dunia kampus sekarang ini masih jauh dari bersih, oleh karena itu dunia kampus yang identik dengan kaum intelektual di harapkan menjadi sebuah harapan lahirnya politk bersih yang dapat di kembangkan menjadi sebuah kebiasaan yang dapat di jadikan pedoman dalam berpolitik.
Kebingungan yang terjadi sampai saat ini adalah politik bersih di anggap sebagai racun yang dapat menggangu kestabilan politik nasional. Bertanyaan yang kedua,mana mungkin politik bersih dapat menganggu kestabilan politik nasional?itu merupakan alasan yang sangat tidak
masuk akal. Politik bersih akan merujung dengan kestabilan politik nasional.
Rupanya sangat terlalu jauh saya yang notabene nya sebagai mahasiswa
berkata demikian namun
di balik semua itu hati kecil mengatakan bahwa politik bersih bukan merupakan hal yang mustahil untuk diwujudkan. Untuk saat ini untuk mewujudkan politik bersih di lingkungan kampus merupakan awal untuk mewujudkan cita-cita terciptanya politik bersih di negara ini. Akankah itu terwujud? kita hidup di dunia yang serba mungkin jadi Nothing is Impossible, Just Do It!!Saatnya kebenaran mendapat tempat yang terhormat.
mungkin politik bersih akan terwujud tergantung dari kita semua mau melaksanakannya atau meninggalkannya, itulah yang jadi pertanyaan sekarang ini. Namun karena politik identik dengan kekuasaan sering kali orang takut melakukan politik bersih karena sering kali politik bersih akan menjauhkan mereka dari kekuasaan.
Hal ini yang membuat sebagian besar para pejabat atau pemimpin atau orang yang
akan memimpin enggan untuk menggunakan politik bersih.
Dunia kampus syarat dengan pembelajaran politik namun dalam kenyataannya dunia kampus sering kali terlibat dengan politik praktis selain itu politik yang berkembang di dunia kampus sekarang ini masih jauh dari bersih, oleh karena itu dunia kampus yang identik dengan kaum intelektual di harapkan menjadi sebuah harapan lahirnya politk bersih yang dapat di kembangkan menjadi sebuah kebiasaan yang dapat di jadikan pedoman dalam berpolitik.
Kebingungan yang terjadi sampai saat ini adalah politik bersih di anggap sebagai racun yang dapat menggangu kestabilan politik nasional. Bertanyaan yang kedua,mana mungkin politik bersih dapat menganggu kestabilan politik nasional?itu merupakan alasan yang sangat tidak
masuk akal. Politik bersih akan merujung dengan kestabilan politik nasional.
Rupanya sangat terlalu jauh saya yang notabene nya sebagai mahasiswa
berkata demikian namun
di balik semua itu hati kecil mengatakan bahwa politik bersih bukan merupakan hal yang mustahil untuk diwujudkan. Untuk saat ini untuk mewujudkan politik bersih di lingkungan kampus merupakan awal untuk mewujudkan cita-cita terciptanya politik bersih di negara ini. Akankah itu terwujud? kita hidup di dunia yang serba mungkin jadi Nothing is Impossible, Just Do It!!Saatnya kebenaran mendapat tempat yang terhormat.
Langganan:
Komentar (Atom)
