Rabu, 12 Maret 2008

Jazz Experience

7, 8, 9 Maret adalah hari dimana para musisi jazz nasional dan Internasional berkumpul dalam satu atap yaitu International Java Jazz Festival(IJJF) di Jakarta Convention Center. IJJF merupakan ritual tahunan para musisi dan para penikmat jazz. Pada hari itu meninggalkan berbagai macam pelajaran, pengalaman, masalah bahkan kenangan. 
Dimulai dengan pelajaran, dimana aku banyak belajar dari pihak penyelenggara bagaimana caranya mengelola suatu acara sehingga acara itu dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan. Walaupun aku merasa pihak penyelenggara masih memiliki berbagai kekurangan namun kekurangan tersebut tertutupi dengan kesuksesan dan kemeriahan dari acara tersebut.
Pengalaman berharga banyak aku dapet ketika aku terjun langsung untuk menangani musisi bandung khususnya yang ketika itu tampil di VIP Parking Stage tepatnya di sebelah loket pembelian tiket IJJF. Dari itulah aku mendapat pengalaman bagaimana kalau menghadapi musisi yang telat dateng ke tempat walaupun waktu main mereka akan segera dimulai. Dibutuhkan pemikiran yang cepat yang harus diputuskan pada saat itu juga sehingga masing-masing kepentingan tidak di rugikan.
Seperti yang aku sudah katakan, acara sebesar IJJF saja masih menyisakan kekurangan dalam hal pengorganisasian, bagaimana acara yang tidak direncankan secara matang, akan hancurlah acara itu. Tetapi Sebaik mungkin kita merencanakan pasti selalu ada kekurangan yang timbul namun kekurangan itu membuat kita selalu terus menerus tutupi dengan cara belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Itulah pentingnya belajar dari pengalaman agar tidak terjerumus di lubang yang sama.
Selain itu ada kenangan yang tentunya tidak dapat ku ceritakan dalam tulisan ini. Tapi itu tidak menjadi masalah yang terpenting adalah pengalaman berharga yang dapat kita ambil sebagai pelajaran dari International Java Jazz Festival ini.
IJJF merupakan acara jazz terbesar di Indonesia bahkan merupakan acara jazz terbesar di ASEAN sehingga IJJF dijadikan ajang berkumpul musisi dunia serta dapat di jadikan tolak ukur perkembangan musik jazz khususnya di Indonesia.
Aku sangat bangga akan IJJF karena membuat Indonesia tidak dipandang sebelah mata di mata dunia serta ini membuktikan bahwa Indonesia itu aman untuk di kunjungi oleh warga asing.
Sungguh merupakan pengalaman yang luar biasa yang aku dapatkan setelah menjadi bagian dari penyelenggara International Java Jazz Festival.
Harapan aku adalah IJJF akan terus konsisten menyelengarakan acara ini tiap tahun sehingga jazz selalu menjadi musik yang dapat menginspirasikan semua orang.
Dan terakhir harapan aku bahwa International Java Jazz Festival akan terselenggara di Kota Bandung.
Bentuk nyata dari semua itu adalah Semoga terwujudnya "Kampoeng Jazz" di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Bandung yang merupakan pengabdian kami terhadap Almamater, kecintaan kami terhadap Kota Bandung dan kebanggaan kami sebagai Bangsa Indonesia.

Tidak ada komentar: