Senin, 29 Maret 2010
Pertentangan
Kembali aku terdiam, untuk mengadu kepada sang Pencipta yang akan menjadi jalan pertama dan terakhirku dalam menghilangkan bebanku.Kau lah Satu Tuhan Tempatku mengadu, Aku bersimpuh malu dihadapan-Mu Tuhan.
Kamis, 27 Agustus 2009
Hakikat Manusia
Hakikat manusia telah mengingatkanku kembali untuk membangkitkan semangatku. Hakikat kenapa manusia ini diciptakan telah menyentil pikiranku agar aku selalu berpegang teguh pada prinsip dan pendirianku selama ini, buah dari itu semua adalah kembalinya semangatku untuk berpikir dan berkarya untuk orang lain sehingga yang selama ini aku lakukan tidak sia-sia dan tidak hanya untuk kepentingan diriku sendiri.
Aku tidak boleh menyerah dengan keadaan apapun juga.
Ingatlah kembali Hakikat kenapa manusia itu diciptakan den!!!
Jumat, 08 Mei 2009
Maafkan Aku Ibu...
Dipertengahan makanku datanglah seorang ibu tua berjilbab dengan berjalan sedikit mumbungkuk menengadahkan tangan kepadaku untuk meminta sedekah. Serentak hilanglah nafsu makan ku.
Aku berpikir, "kenapa seorang ibu yang sudah tua masih mencari sumbangan untuk menghidupi diri dengan meminta belas kasihan kepada?", Kemanakah anak-anaknya?? Oh ibu, aku tak habis berpikir kenapa bisa menjadi seperti itu. "Aku yakin ibu itu mempunyai anak bahkan sudah mempunyai cucu tapi kemanakah mereka semua!".
" Dimanakah pikiranmu den, kamu enak-enakan makan tetapi seorang ibu tua berada di sampingmu dan kamu hanya diam..diam..dan hanya diam..dimana hati nuranimu?"Pertanyaan itu selalu berputar-putar di kepalaku. aku tak dapat berbuat banyak, tak banyak materi yang bisa aku berikan kepadamu ibu, aku hanya seorang mahasiswa yang merantau ke bumi sunda untuk menuntut ilmu dengan bekal materi yang hanya cukup untuk diriku saja, tak banyak yang bisa ku perbuat, mungkin selembar materi dapat meringankan kesusahanmu.
Oh ibu sangat kejamkah aku, aku hanya berdiam diri dengan kenikmatan sementara seorang ibu tua renta harus berjuang dengan meminta belas kasihan untuk menyambung hidup di masa tuanya. Maafkan aku Tuhan, dan maafkan aku Ibu.
Kamis, 01 Januari 2009
Tahun Baru dalam Kesederhanaan
Setiap tahun kita merayakan tahun baru dan setiap tahun pula angka itu berubah, tetapi kita selalu tidak peka terhadap lingkungan sekitar. Tak perlulah berhura-hura dengan melewati batas kewajaran dalam merayakan tahun baru ini, tolong liatlah kesamping, kanan dan kiri bukankah masih banyak yang belum merasakan kemerdekaan yang di proklamasikan pemimpin bangsa ini. Dan lihatlah ke cermin, belum banyak yang dapat dibanggakan dari diri kita, kita hanya bergantung kepada orang lain.
Memang tidak salah merayakan tahun baru dalam kegembiraan dengan bersukacita, yang dipermasalahkan disini adalah sejauhmana kegembiraan tersebut dapat di tularkan kepada orang-orang yang belum seberuntung dengan kita.
Semoga tahun baru dapat disambut dengan kesederhanaan serta dapat membangun jiwa social dari diri kita ini sehingga kemerdekaan yang pantas didapatkan tidak hanya didapatkan oleh para penguasa saja tetapi dapat dirasakan oleh seluruh Bangsa Indonesia dan Dunia.
Selamat Tahun Baru 2009.
Rabu, 31 Desember 2008
Aku Tidak Akan Lupa Hari Ini...!!!
Hari ini aku tak akan lupa, Tuhan telah menunjukkan KekuasaanNya. Betapa kagetnya diriku ini saat melihat kompor gas di dalam rumahku dalam keadaan menyalah setelah di tinggal kurang lebih sepuluh jam. Ini merupakan kekurangan yang dimiliki oleh manusia yang kadang lalai, menyepelekan hal yang sangat kecil yaitu tidak memeriksa keadaan rumah sebelum berpergian.
Aku sejenak berdiam diri dan mengoreksi diri apakah makna di balik semua ini?. Semakin lama aku berpikir dan semakin dekatlah kepada pengkoreksian diri yang dapat menemukan makna dari semua ini.
Ini di mulai pada saat Sehari sebelumnya ketika aku sudah mempunyai niat baik dalam diri aku untuk mengunjungi nenekku di kampung halamanku, namun karena ada sesuatu hal teknis terkait kendaraan yang aku kendarai, aku mengurungkan niat untuk mengunjungi nenekku. Dan aku selanjutnya menghubungi saudaraku yang sedang menuntut ilmu satu kota bersamaku namun berbeda institusi, ternyata saudarauku yang bertempat tinggal tidak jauh dari tempat tinggal nenekku sedang berada dalam satu kota dengan diriku walaupun hari ini adalah hari libur nasional. Ku suruhlah dia untuk menemuiku di malam hari, kebetulan di kota ini sedang ada acara tahunan selama dua hari berturut-turut yang tepatnya berada di kota tua peninggalan Belanda.
Ku buat janji untuk menemui saudaraku di acara itu. Setelah bertemu aku mengajaknya keliling untuk menikmati suasana kota tua. Walaupun sebenarnya acaranya telah selesai, untuk menutupi kekecewaan saudaraku lalu aku mengajaknya makan malam di daerah sekitar dimana sepanjang jalan itu tersebar Factory Outlet. Kemudian ku ajaklah dia untuk menginap di rumah ku.
Dengan ditemai beberapa batang rokok dan dua gelas kopi, malam itu aku bertukar pikiran dengan saudaraku terkait dengan masa depan kami. Kami berdua merencanakan untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi, yang untuk mendapatkannya gelarnya saja harus menyelesaikan sebuah tesis sampai dengan disertasi. Kami berencana untuk mewujudkan impian itu. Tetapi karena keterbatasan biaya, kami harus kerja keras untuk mendapatkannya dengan mencari beasiswa. Di sela diskusi yang kami lakukan aku mengatakan kepada dia tentang rencana aku ingin mengunjugi nenek di kampung, setujulah dia dengan rencanaku ini. Kebetulan sekali dia ingin pulang ke kampung juga dan kami memutuskan untuk pulang kampung besok harinya.
Tibalah waktunya untuk mengunjungi nenekku di kampung halamanku. Rencana yang awalnya berangkat pukul delapan pagi dikarenakan kami baru tidur di malamnya pada pukul 4 pagi membuat kami menggeser waktu pergi kami sampai dengan pukul sepuluh pagi. Kami mengawalinya dengan mempersiapkan diri untuk perjalanan jauh kurang lebih sejauh 100 kilometer klo di hitung-hitung untuk pulang pergi aku telah menempuh perjalanan sejauh 200 kilometer.
Inilah awal dari sebuah pemaknaan dari kelalaian. Tepat sebelum pergi saudara aku mencari korek api untuk membakar rokoknya, karena tidak ada korek api di rumahku ini, maka aku meminta dia untuk menyalakan melalui kompor gas yang ada di dapur. Aku tidak mengetahui persisnya setelah dia menyalakan kompor, apakah kompor itu sudah dalam keadaan padam atau belum. Tanpa memeriksa seisi ruangan di dalam rumahku kami memutuskan untuk langsung pergi.
Aku selalu tidak biasa bila mengunjungi saudaraku tanpa membawa buah tangan sehingga aku memutuskan untuk membelinya dahulu. Selama di perjalanan kami sangat menikmati pemandangan yang ada di sekitar kami, sampai-sampai kami lupa akan rasa capai selama mengendarai masing-masing kendaraan yang kami miliki.
Sampailah kami di kampung halaman. Aku di ajak untuk mengunjungi saudara-saudaraku untuk sekedar memperikat tali silaturrahim. Kunjunganku ini di akhiri dengan berkunjung ke tempat nenekku.
Nenekku seorang wanita yang selalu setia menemani almarhum kakekku selama berjuang untuk memperoleh kemerdekaan bangsa ini selalu menyambutku dengan hangat, tak ada keinginan yang terlihat dalam diri nenekku ini selain sebuah harapan agar cucu-cucunya dapat meraih kesuksesan untuk membangun bangsa ini. Yang selalu terucap dari wanita yang mulia ini hanya sebuah nasehat agar selalu beribadah kepada Allah S.W.T., jangan sekali-kali kamu melupakanNya sebab hidup itu hanya sementara kehidupan yang kekal bukan di dunia ini adanya dan agar selalu menyisihkan sebagian hartanya untuk beramal walaupun kita dalam keadaan senang dan susah. Itulah nasehat yang selalu ku ingat.
Akhirnya aku mengakhiri kunjungan dari kampungku untuk kembali lagi ke kota tempat dimana aku menuntuk ilmu. Perjalanan kembali ini aku lalui sendiri karena saudaraku tetap tinggal di kampung untuk menghabiskan sisa liburannya.
Kupacu kendaraanku ini agar cepat untuk mencapai rumah. Di tengah perjalanan aku menyempatkan diri untuk sholat maghrib dahulu lalu menikmati udara pegunungan di malam hari sambil memakan makanan ringan. Tak kuduga masalah teknis terjadi lagi terkait dengan kendaraanku ini, untung saja hari belum terlalu malam sehingga aku masih mendapatkan bengkel untuk memperbaikinya.
Rasa cape ditambah dengan udara dingin yang menusuk tulang tak membuat ku berhenti untuk beristirahat terlebih dahulu. Aku langsung memacu kendaraanku agar cepat sampai di rumah.
Setelah ku buka pintu rumahku aku mendengar suara seperti suara gas. Namun awalnya tidak aku hiraukan setelah itu rasa penasaran ku muncul, aku melihat ke dapur tetapi tidak ada apa-apa. Setelah aku teliti lebih lanjut aku menemukan asal dari suara gas itu dan akau menemukan api yang menyala kecil di atas kompor yang terdapat di dapur. Diatas kompor tersebut terdapat sebuah penggorengan beriisikan minyak goreng yang kosong. Inilah yang membuat aku terhentak kaget dan selalu bersyukur kepada Tuhan, ternyata tidak terjadi apa-apa.
Aku memperoleh pelajaran yang sangat berarti hari ini. Tuhan menunjukkan KekuasaanNya. Aku merenung dan terus merengung sampai kepada suatu makna yang mendalam akan hakikat dari Sebuah doa serta Rasa tulus dan ikhlas merupakan penghalang terjadinya malapetaka terhadap diri kita. Rabu 31 Desember 2008 Pukul. 20.15. Aku tidak akan lupa hari ini!!!.
Selasa, 30 Desember 2008
Angkutan Kota
Dengan alasan mencari duit, mengejar setoran, takut diambil oleh angkot yang lainnya, takut ada polisi dan sebagainya sebagai alasan yang sering kita dengar tapi apakah itu dapat di benarkan?.Tentunya adalah tidak benar. Bukankah rezeki itu Tuhan yang mengaturnya!.
Dari sikap yang seperti ini masyarakat dapat menilai, apakah itu dapat di katagorikan baik atau dapat di katagorikan buruk?memang masyarakat dapat menilainya namun suatu sikap yang buruk dilakukan berkali-kali tanpa adanya kontrol sosial dan tanpa adanya tindakan yang dilakukan sehingga membuat sikap itu menjadi kebiasaan dan dapat dikatakan lumrah, apakah ini dapat di biarkan!
Semua ini tidak terlepas dari peran kepolisian yang telah memberikan izin berupa izin mengemudi kepada supir angkot, seringkali izin tersebut hanya sekedar izin dan untuk mendapatkannya sangatlah mudah tanpa melalui jalur tes tertulis dan praktek, izin sudah dapat diterima yang pastinya. Inilah yang dinamakan jalur khusus yang penuh dengan pungutan didalamnya.
Tidak semua supir angkot merupakan supir resmi dari angkot yang dikendarainya, kebanyakan dari mereka adalah supir tembak (bukan supir resmi). Memang hal tersebut tidak ada pengaturannya, selama supir tersebut menyetorkan sesuai dengan kesepakatan antara pemilik angkot dengan sang supir. Inilah yang jadi permasalahan sehingga sangat sulit untuk mengontrol tingkah laku supir angkot dikarenakan tidak adanya hal pembeda antara keduanya.
Disisi lain Masyarakat sebagai pengguna kendaraan umum sering kali mengabaikan aturan-aturan yang sudah ada, sebagai contoh bila ingin turun dari angkot dengan memberitahukan kepada supir angkot untuk memberhentikan kendaraannya tanpa mempedulikan rambu-rambu yang ada, yang penting dekat dengan tujuannya.
Jikalau kita ingin menyalahkan, siapakah yang akan kita salahkan?Polisikah,?,Supir angkotkah ?, atau masyaratkah?. Tentunya semuanya mempunyai keterkaitan yang sangat jelas. Menyalahkan bukan hal yang tepat saat ini, yang di butuhkan sebuah koreksi dan masukan untuk perbaikan kedepannya.
Sabtu, 06 September 2008
Website UNPAD Tidak Lain Hanyalah Berisi Sampah
Di era keterbukaan saat ini, sesuatu hal yang di tutup-tutupi menjadi sesuatu yang tabu, sebagai contoh bila kita berbicara tentang Sex yang mungkin 10 tahun yang lalu hal itu sangat tabu di bicarakan, bagaimana dapat mengaksesnya sedangkan di bicarakan saja di anggap tabu namun di era keterbukaan saat ini hal semacam itu tidak dapat di anggap tabu karena kita dapat dengan mudah mengaksesnya.
Sebuah Universitas di Republik ini di tuntut memberikan informasi yang lengkap dan jelas kepada khalayak umum maka dari itu pada umumnya tiap universitas memiliki official website atau website resmi mengenai Universitasnya.
Universitas Padjadjaran adalah salah satu universitas terbesar dan terpandang di Republik ini namun pada kenyataannya dalam hal teknologi khususnya teknologi digital, kampus ini masih jauh dari harapan padahal kampus ini berapa di kota besar dan sangat dekat akses menuju ibukota negara ini. Sangat di luar dugaan dalam pengelolaan website yang dapat memberikan pengetahuan kepada mahasiswa dan masyarakat umum mengenai seluk beluk kampus ini masih berantakan. Coba saja buka www.unpad.ac.id isinya tidak lain hanya berita-berita yang sudah kadaluwarsa atau basi, dan coba lah bandingkan dengan kampus besar seperti ITB, UI, UGM, IPB bahkan Universitas Brawijaya yang sangat jauh di timur pulau jawa saja masih lebih baik dalam mengelola website.
Kampus-kampus diatas yang telah di sebutkan merupakan 5 besar nasional yang terbaik dalam pengelolaan website, terlihat dari isi yang di tampilkan, banyaknya pilihan atau feature, kemudahan dalam mengakses, berita-berita yang up to date serta menyajikan jurnal-jurnal ilmiah hasil pemikiran dari para mahasiswa dan dosennya.
Liat saja website UNPAD, dimulai dari profil sejarah kampus yang di tampilkan seadanya saja sampai dengan berita-berita besar mengenai kegiatan dari mahasiswa sampai berita kecil dari kegiatan mahasiswa tidak di jelaskan, hanya di tampilkan sebagai perusak isi website tersebut. Tidak ada keberpihakan, perhatian dan penghargaan yang di berikan oleh kampus kepada mahasiswanya.
Saya sering bertanya dalam hati, sebenarnya apa seh yang salah dalam pengelolaan website UNPAD. Apakah UNPAD sudah siap untuk menjadi World Class University?. Hah, itu sebenernya adalah pertanyaan yang mudah untuk di jawab, dalam mengelola website aja belum becus bagaimana mau menjadi Universitas Kelas Dunia. Itu hanya omong kosong yang di ucapkan para pemimpin kampus ini.
Para pemimpin kampus ini memang tidak banyak belajar dari kampus-kampus yang lain yang lebih maju darinya, tidak usah jauh-jauh tuk belajar, belajarlah dari ITB kampus tetangga. Mereka lebih baik dalam pengelolaan website, bisa di akses di www.itb.ac.id dan coba bandingkan dengan website UNPAD.
Dan yang membuat saya bingung lagi salah satu pengelola website ITB adalah mahasiswa lulusan UNPAD, adakah yang salah dengan UNPAD?????.Itu adalah pertanyaan besar, kemanakah Alumni-Alumni kita?.
D-Cistem adalah salah satu bagian yang mengelola dan mengatur hal-hal mengenai dunia maya di kampus UNPAD, namun pada kenyataannya bagian tersebut hanya pajangan saja tanpa ada hal konkrit yang di perbuat, emang seh website UNPAD sudah lebih baik semenjak pengalihan kekuasaan rektor dari Rektor yang lama Prof. Himendra Wargahadibrata menjadi Prof. Ganjar Kurnia tapi tetap saja perubahan itu sangat tidak berarti, dan terkesan lamban.
sebagai contoh ketika saya membuka website UNPAD untuk melihat agenda kegiatan-kegiatan kampus namun yang saya temukan hanyalah agenda-agenda yang sudah usang dan seringkali acara yang dilaksanakan pada hari ini, baru di cantumkan di agenda hari ini juga. Bagaimana kegiatan kampus di ketahui dan di datangi oleh banyak mahasiswa dan masyarakat umum?.
Saya memang sering membanding-bandingkan isi website UNPAD dengan kampus-kampus lainnya, maksud dan tujuan saya adalah biar kita bisa banyak belajar dari keberhasilan kampus-kampus lain, memang saya hanya sekedar seorang mahasiswa yang tidak mempunyai kekuasaan dalam menentukan kebijakan kampus tapi saya mempunyai tujuan untuk memajukan kampus ini agar tidak di pandang sebelah mata oleh kampus-kampus yang lain.
Untuk menjadikan semua itu adalah dari kepedulian mahasiswa untuk mengingatkan pimpinan kampus ini dan selalu memberi masukan untuk kemajuan kampus ini, sehingga sebuah website yang merupakan pintu dalam memberikan informasi tentang kampus UNPAD dapat di perbaiki, dikaji dan di buat lebih baik lagi sehingga website UNPAD tidak berisi SAMPAH YANG TIDAK BERGUNA.
