Siang itu,ya siang itu pukul tepat pukul sebelas siang aku ingin menghilangkan rasa lapar ku, terlintas di pikiranku Nasi Padang "Mande Kanduang". Tidak lama berselang sampailah aku di tempat makan itu. "nasi, daging dendeng plus perkedel yah 'a", itulah kataku."Sambelnya di saring yah 'a", aku menambahkan. Dengan lahap aku makan masakan asal sumatra itu.
Dipertengahan makanku datanglah seorang ibu tua berjilbab dengan berjalan sedikit mumbungkuk menengadahkan tangan kepadaku untuk meminta sedekah. Serentak hilanglah nafsu makan ku.
Aku berpikir, "kenapa seorang ibu yang sudah tua masih mencari sumbangan untuk menghidupi diri dengan meminta belas kasihan kepada?", Kemanakah anak-anaknya?? Oh ibu, aku tak habis berpikir kenapa bisa menjadi seperti itu. "Aku yakin ibu itu mempunyai anak bahkan sudah mempunyai cucu tapi kemanakah mereka semua!".
" Dimanakah pikiranmu den, kamu enak-enakan makan tetapi seorang ibu tua berada di sampingmu dan kamu hanya diam..diam..dan hanya diam..dimana hati nuranimu?"Pertanyaan itu selalu berputar-putar di kepalaku. aku tak dapat berbuat banyak, tak banyak materi yang bisa aku berikan kepadamu ibu, aku hanya seorang mahasiswa yang merantau ke bumi sunda untuk menuntut ilmu dengan bekal materi yang hanya cukup untuk diriku saja, tak banyak yang bisa ku perbuat, mungkin selembar materi dapat meringankan kesusahanmu.
Oh ibu sangat kejamkah aku, aku hanya berdiam diri dengan kenikmatan sementara seorang ibu tua renta harus berjuang dengan meminta belas kasihan untuk menyambung hidup di masa tuanya. Maafkan aku Tuhan, dan maafkan aku Ibu.
Jumat, 08 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar